Minggu, 23 Agustus 2015

Tahapan Cara Budidaya Udang Vaname Secara Tradisional

Tahapan Cara Budidaya Udang Vaname Secara Tradisional - Budidaya udang vaname secara tradisional bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan untuk Anda. Udang Vaname dengan nama ilmiah Panaeus vannamei yang ada di Indonesia termasuk jenis udang berasal dari lingkungan sub tropis. Walaupun asal dari udang vaname ini berasal dari lingkungan ini, namun pada pengembangannya udang ini juga bisa dibudidayakan pada lingkungan tropis dengan massal berdasarkan penerapan tradisional atau dengan teknologi yang sederhana dan intensif. Jenis dari udang vaname ini mempunyai keunggulan, yaitu pertumbuhannya yang cepat, tahan penyakit dan juga tahap pemeliharaan udang vaname secara tradisional yang cukup singkat hanya 100-110 hari.

cara budidaya udang vaname tradisional plus,dengan plastik mulsa,supra intensif,air tawar,artikel,semi intensif,di kolam terpal,pdf,

Ini Tahapan Cara Budidaya Udang Vaname

Untuk tahapan budidaya udang vaname secara tradisional ini, Anda membutuhkan beberapa langkah seperti berikut ini:

• Persiapan Lahan

Anda harus membuat pengeringan tanah pada dasar kolam terlebih dahulu agar ikan yang terdapat di dalamnya mati semua. Adapun genangan air pada kolam yang mengendap sedikit bisa dibuang menggunakan pompa air. Pengeringan di dasar kolam pada teknik budidaya udang vaname secara tradisional ini bisa dilakukan 7-10 hari sampai tanah pada dasar tambak tadi retak-retak. Setelah itu Anda bisa melakukan pembalikan lahan atau tanah kembali dengan PH tidak lebih dari 6,5.

• Pemupukan

Langkah budidaya udang vaname secara tradisional berikutnya adalah dengan pemberian kapur dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas dari tanah yang akan digunakan tempat budi daya udang. Adapun pemberian kabur bisa dilakukan dengan jenis kapur pertanian sebanyak 320 kg per hektar dan kapur bakar sebesar 1000kg per hektarnya. Anda bisa membiarkan terlebih dahulu kapur yang telah dituangkan pada kolam hingga 3 hari lamanya. Kemudian lakukan pemupukan, memakai pupuk kandang sebanyak 2000 kg/ha dan urea 150 kg/ha.

• Pengisian Air

Pengisian air ini dapat dilakukan sesudah persiapan dari dasar tambak usai, sehingga bisa Anda isi air pada tambak tersebut dengan bertahap. Tahapan pengisian air ini melalui sterilisasi air mengunakan campuran saponin 10-12 ppm dan kaporit 30 ppm, pengisian air dapat dilakukan sampai ketinggian 0,8 hingga 1 meter, pemupukan awal dengan pupuk organik sebesar 300-500 kg/ha dan tahap adaptasi air dengan kecerahan awal sebesar 40-45 cm.

• Penebaran Benih

Budidaya udang vaname secara tradisional berikutnya adalah tahap penebaran benih. Penebaran benih untuk udang vaname ini bisa dilakukan jika plankton sudah tumbuh dengan baik hingga 907 hari seusai pemupukan. Adapun benih udang vaname yang Anda gunakan meliputi PL-10 hingga PL-12, dengan berat benih awal sekitar 0,001 gram per ekor.

• Pemanenan


cara budidaya udang vaname tradisional plus,dengan plastik mulsa,supra intensif,air tawar,artikel,semi intensif,di kolam terpal,pdf,
Tahap pemanenan ini dilakukan ketika umur pemeliharaan udang sudah mencapai 100 hingga 110 hari. Adapun peralatan yang perlu disiapkan untuk pemanenan ini, antara lain baskom, lampu penerangan, styrofoam, jaja lempar, jaring untuk dipasang di bagian pintu air, ember, dan keranjang untuk panen.

Ya, itulah beberapa tahapan dan cara budidaya udang vaname secara tradisional yang menguntungkan untuk Anda. Semoga bermanfaat!

Budidaya selanjutnya cara budidaya ikan bandeng di tambak yang idel
Tahapan Cara Budidaya Udang Vaname Secara Tradisional Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Raisa Namaya